LEBONG, kagangatoday.com– Ketua Komisi 3 DPRD Lebong, Alpi Haryono, SE, mendesak Bupati Lebong, Azhari, SH MH, untuk jemput bola terkait upaya menggalang dukungan anggaran guna membangun sejumlah infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir baru-baru ini.
Salah satunya adalah dengan mendatangi langsung Anggota Komisi V DPR-RI Dapil Bengkulu, Erna Sari Dewi, SE MH. Menurut Alpi, Lebong bisa memperjuangkan dana aspirasi yang ada pada ESD.
“Apalagi Ibu Erna Sari Dewi sendiri sudah datang meninjau kondisi Lebong pasca banjir. Dua hari beliau di sini. Dia sudah lihat dari wilayah Uram Jaya, Amen, Bingin Kuning sampai Rimbo Pengarang. Beliau bahkan melihat langsung sejumlah infrastruktur yang rusak seperti jembatan di Pelabuhan Talang Liak dan jalan yang putus di Desa Talang Ratu,” jelas Alpi.
Alpi yang turut mendampingi kunjungan Erna Sari Dewi (ESD) yakin bahwa ESD siap memperjuangkan kepentingan Bengkulu, termasuk Kabupaten Lebong. Hal itu, imbuh Alpi, sudah dibuktikan ESD saat menginisiasi mitra kerja Komisi V DPR-RI agar membantu penanganan pascabanjir Lebong, di antaranya adalah Balai Wilayah Sungai Sumatera VII.
“Bunda ESD sering bilang agar kehadirannya di Senayan bisa dioptimalkan untuk kepentingan Provinsi Bengkulu. Jadi, kita minta pihak eksekutif gercep jemput bola. Jangan menunggu apalagi menunda-nunda. Saya yakin Bunda ESD juga menunggu Lebong,” kata Alpi.
Alpi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada ESD yang telah memberikan perhatian dan peduli terhadap bencana banjir di Lebong. Tak hanya meminta kepada BWSS VII turut membantu, tapi juga memberikan bantuan sembako, air bersih, dan obatan bagi korban.
“Dan terimakasih juga kepada pihak BWSS VII yang telah menurunkan alat berat dan armada guna membantu percepatan penanganan pascabanjir. Sehingga akses jalan bisa cepat pulih dan mobilitas masyarakat juga kembali lancar,” ucap Ketua Fraksi Nasdem DPRD Lebong ini.
Sebelumnya, saat meninjau Lebong, ESD juga menekankan bahwa penanganan bencana alam tidak boleh terhambat oleh batas kewenangan. Saat terjadi bencana, kata ESD, yang paling penting dan utama adalah semangat kemanusiaan. “Inilah yang saya pegang sehingga saya menginisiasi mitra-mitra kerja saya di Komisi V agar membantu penanganan bencana banjir di Lebong ini,” kata ESD. (**)









Komentar