LEBONG, kagangatoday.com — Kabut duka menyelimuti keluarga Defi Yulita (53), warga Desa Semelako Atas, Kecamatan Lebong Tengah, Kabupaten Lebong, setelah rumah mereka dilalap api pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.
Musibah itu terjadi saat rumah dalam kondisi kosong. Defi bersama suaminya Yakoni, diketahui sedang bermalam di kebun. Keduanya bahkan tidak mengetahui rumah mereka terbakar hingga kabar kebakaran sampai kepada mereka.
Kebakaran tersebut menghanguskan rumah dan meninggalkan keluarga Defi Yulita dalam kondisi serba terbatas. Di tengah situasi itu, perhatian pemerintah daerah pun datang.
Sehari setelah kejadian, Senin (16/8/2026), Bupati Lebong H. Azhari bersama Ketua TP PKK Kabupaten Lebong, Baznas Kabupaten Lebong, serta jajaran terkait meninjau langsung lokasi kebakaran.
Kehadiran Bupati tidak sekadar melihat kondisi rumah yang terdampak. Pemerintah juga membawa bantuan untuk membantu keluarga korban memulai kembali kehidupan mereka setelah kehilangan tempat tinggal.
Melalui Baznas Kabupaten Lebong, disalurkan bantuan bedah rumah senilai Rp20 juta kepada keluarga Defi. Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Dinas Sosial Kabupaten Lebong sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang tertimpa musibah.
Bupati H. Azhari mengatakan, bantuan tersebut merupakan wujud kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, terutama ketika warga sedang menghadapi musibah.
“Bantuan ini diharapkan dapat membantu proses pembangunan kembali rumah sehingga korban dapat segera memiliki hunian yang layak dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar Azhari.
Bagi Defi, perhatian yang diberikan pemerintah menjadi penguat di tengah cobaan yang datang secara tiba-tiba.
Dengan suara haru, Defi menceritakan bahwa dirinya bersama suami tidak berada di rumah ketika kebakaran terjadi.
“Kami tidak tahu rumah terbakar. Saat kejadian kami sedang bermalam di kebun. Rumah memang dalam keadaan kosong,” tutur Defi.
Defi mengaku musibah tersebut menjadi pukulan berat bagi keluarganya. Namun, kedatangan Bupati bersama jajaran pemerintah dan bantuan yang diberikan membuat dirinya merasa tidak sendirian menghadapi keadaan tersebut.
Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan setelah rumahnya terbakar.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati, Baznas, Dinas Sosial dan semua pihak yang sudah membantu kami. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami,” kata Defi.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi gambaran bagaimana respons pemerintah daerah hadir di tengah warga yang sedang menghadapi musibah.
Kolaborasi antara Pemkab Lebong, TP PKK, Baznas dan Dinas Sosial diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan keluarga korban.
Bagi Defi dan Yakoni, bantuan itu bukan sekadar material untuk membangun kembali rumah. Lebih dari itu, bantuan tersebut menjadi harapan agar setelah kehilangan tempat tinggal, mereka dapat kembali memiliki tempat untuk pulang.
Di tengah puing-puing rumah yang terbakar, harapan itu kini mulai dibangun kembali. (**)







Komentar