Dampak Banjir Sungai Ketahun, Petani Gotong Royong Membersikan Saluran DAM

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

LEBONG, kagangatoday.com– Terjangan banjir bandang sungai Ketahun pada 7 Mei 2026 masih menyisakan persoalan. Khususnya bagi petani di 10 desa dengan luasan persawahan lebih dari 1.500 hektar di wilayah Lebong.

Persoalan itu adalah sedimentasi di mulut dan saluran pengantar irigasi DAM Sungai Ketahun di Desa Pungguk Pedaro, Kecamatan Bingin Kuning. Tebalnya sedimentasi yang mencapai lebih dari satu meter membuat debit dan tekanan aliran air berkurang cukup besar.

Koordinator Kelompok Tani Telaga Makmur, Nurkholis Sastro, mengatakan sedimentasi tersebut memicu kekeringan di lebih dari 8 desa atau lebih dari 1.500 ha areal persawahan. “Padahal masa pengolahan lahan dan berkolam sudah mulai berjalan. Tetapi para petani di 10 desa belum dapat melakukan pengolahan lahan dengan mesin bajak hand traktor,” ujarnya, Kamis (11/6/2026) petang.

Atas inisiatif beberapa kelompok, lanjut Sastro, mereka mencoba membuat surat ke BWSS 7 dan PUPR Provinsi Bengkulu Bidang Sumberdaya Air selaku pemangku DAM dan Irigasi tersebut. Selain itu para petani dari desa Tunggang, Tangua, Sukomargo, Sukarjo, Sungai Gerong, Nangai Amen dan beberapa PPL, termasuk petugas BWSS 7 dan beberapa penjaga pintu air melakukan gotong-royong pengurasan.

“Namun, aksi gotong-royong ini belum maksimal, endapan sedimentasi masih tebal. Butuh minimal dua kali lagi gotong-royong,” tambahnya.

Karena itu, para petani berharap pihak BWSS 7 dan PUPR Provinsi Bengkulu bisa melakukan pengerukan sedimentasi pasca banjir Mei 2026 lalu. Pengerukan ini penting untuk mendukung musim tanam mulai awal Agustus 2026.

“Tanpa ketercukupan air, akan berdampak pada proses pengolahan lahan dan pertumbuhan padi yang tidak maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, Sastro mengingatkan bahwa ke depan penting bagi pihak BWSS 7 mengaplikasikan peralatan pengetuk khusus di DAM Sungai Ketahun ini, mengingat siklus banjir yang semakin sering terjadi di Lebong.

“Para petani juga meminta pihak BWSS 7 dan PUPR Provinsi Bengkulu melakukan pengurasan minimal 2 kali dalam setahun. Baik di saluran pengantar DAM maupun di saluran BK 1. Para petani keberatan kalau setiap tahun harus gotong-royong dan pengurasan sedimentasi yang memang cepat terjadi. Ini bagian bentuk komitmen BWSS 7 dan PUPR Provinsi Bengkulu untuk memperkuat program ketahanan pangan,” tandasnya. (**)


 

Berita Terkait

Senator Destita Hadiri Wisuda Perdana TPQ Misbahul Qur’an Lebong
Wisatawan Italia Terpesona Air Putih Lebong, Puji Keindahan Alam dan Kebersihan Kawasan
Menggagas Jalan Perubahan DAS Ketahun di Lebong
Bupati Lebong Apresiasi TC Pramuka di Air Putih
TC Pramuka Kwarcab Lebong, Peserta Dilatih SRT, Antusias Amati Ular 
Pengelola Wisata Air Putih Ajak Pramuka Lebong Berkolaborasi
Tepung Bumai Kedurai Agung: Bersyukur dan Memohon Ampunan Sang Khalik dan Maaf Leluhur
Kunjungi Air Putih, Rio Capella Sumbang Pemikiran Bangun Wisata Lebong
Berita ini 34 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:11 WIB

Senator Destita Hadiri Wisuda Perdana TPQ Misbahul Qur’an Lebong

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:54 WIB

Wisatawan Italia Terpesona Air Putih Lebong, Puji Keindahan Alam dan Kebersihan Kawasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:52 WIB

Menggagas Jalan Perubahan DAS Ketahun di Lebong

Senin, 22 Juni 2026 - 01:06 WIB

Bupati Lebong Apresiasi TC Pramuka di Air Putih

Minggu, 21 Juni 2026 - 09:15 WIB

TC Pramuka Kwarcab Lebong, Peserta Dilatih SRT, Antusias Amati Ular 

Berita Terbaru

Daerah

Menggagas Jalan Perubahan DAS Ketahun di Lebong

Rabu, 24 Jun 2026 - 12:52 WIB

BUDAYA DAN WISATA

Bupati Lebong Apresiasi TC Pramuka di Air Putih

Senin, 22 Jun 2026 - 01:06 WIB

BUDAYA DAN WISATA

TC Pramuka Kwarcab Lebong, Peserta Dilatih SRT, Antusias Amati Ular 

Minggu, 21 Jun 2026 - 09:15 WIB