LEBONG, kagangatoday.com— Bupati Lebong, H. Azhari, SH., MH., mengapresiasi inisiatif Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Bengkulu yang turut memberi sumbangsih pemikiran dan aksi nyata dalam upaya menjaga kelestarian alam, khususnya sumber daya air, melalui pengelolaan hutan adat desa.
“Saya sambut baik lokakarya ini. Terimakasih kepada PKBI yang sudah berkontribusi untuk Lebong. Dengan hadirnya PKBI dan kontribusi semua, kita berharap jangan jadi ulang tahun bencana di Lebong ini,” kata Bupati Azhari dalam sambutannya sebelum membuka secara resmi lokakarya tersebut, Senin (25/5/2026).
Pada kesempatan itu, Bupati Azhari juga mengajak semua pimpinan OPD untuk peduli dan memberi empati serta perhatian untuk kepentingan Lebong. “Kita harus empati. OPD harus bahu-membahu,” tegasnya.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif PKBI Bengkulu, M. Salim Ali Siregar memaparkan bahwa PKBI telah eksis di Indonesia sejak 1957. Organisasi ini juga sudah ada di 25 provinsi dan sudah diakui secara internasional.

“Isu-isu yang menjadi perhatian PKBI adalah kesehatan reproduksi, pemberdayaan, dan kebencanaan. Di Lebong, kami melanjutkan inisiatif penguatan hutan adat di Desa Ladang Palembang yang sebenarnya sudah berjalan sejak 20 tahun lalu,” jelas Salim Siregar.
Melalui lokakarya ini, kata Salim, PKBI Bengkulu bersama Perkumpulan KKI Warsi juga bermaksud membangun kesepahaman antar masyarakat dan para pihak untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya air di Desa Ladang Palembang untuk masa depan Lebong.
“Tujuan lokakarya ini adalah memperluas dan memperkuat inisiatif yang telah berjalan sebagai tempat belajar bersama dalam pengelolaan hutan adat desa sebagai aset komunitas yang didukung Pemda Kabupaten Lebong dan membangun kesepahaman antar masyarakat dan para pihak berkontribusi dalam pemulihan pengelolaan Sub dan DAS Sungai Ketahun sebagai penyangga kehidupan masyarakat Lebong,” papar Salim Siregar.
Lokakarya Pengelolaan Hutan Adat Desa yang Inklusif dan Berkelanjutan ini sendiri diikuti oleh ratusan peserta. Terdiri dari OPD terkait di lingkup Pemkab Lebong, BKSDA, Balai TNKS, Forum PLTA, tokoh perempuan, ormas dan LSM, media, dan pemuda Desa Ladang Palembang. (**)









Komentar