LEBONG, kagangatoday.com-Perdebatan soal kinerja Bupati Lebong H. Azhari dan jajarannya belakangan ramai jadi bahan obrolan warga, termasuk di media sosial. Sayangnya, diskusi semacam ini sering terjebak jadi adu argumen personal — siapa paling benar, siapa paling tahu — padahal yang lebih dibutuhkan masyarakat Lebong adalah gambaran yang jujur: apa yang sudah berjalan baik, dan apa yang masih jadi pekerjaan rumah.
Tidak adil juga kalau kinerja Pemkab Lebong dinilai serba buruk. Sehingga dikesankan tak ada capaian prestasi sama sekali. Beberapa langkah konkret memang terlihat.
Pemkab Lebong baru saja mendapat persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara untuk menerapkan sistem Manajemen Talenta ASN. Bupati Azhari menyampaikan bahwa promosi dan mutasi pegawai ke depan akan didasarkan pada kompetensi, kinerja, dan rekam jejak yang tercatat di sistem MyASN.
Di sisi pembangunan, ada realisasi konkret seperti penyaluran bantuan pangan kepada ribuan keluarga penerima manfaat di berbagai kecamatan; bantuan rehab ratusan unit rumah; seragam sekolah siswa.
Pemkab juga rutin melakukan penandatanganan perjanjian kinerja tahunan dengan seluruh kepala OPD, sebagai instrumen menjaga akuntabilitas — meski tentu isi perjanjian di atas kertas baru bernilai kalau benar-benar dieksekusi.
Begitu pula sebaliknya: kalau ada kritik yang tidak didukung data atau hanya berdasar asumsi, cara paling produktif meluruskannya adalah dengan menyandingkan fakta di lapangan, bukan meributkan siapa yang lebih berhak berpendapat.
Yang tak kalah penting adalah fokus mengemban tugas dan amanat. Bukan rajin menggalang kekuatan untuk kepentingan pemilihan kepala daerah yang masih beberapa tahun lagi. Sebab gerilya politik ini dapat berimbas terhadap suasana dan kondusifitas birokrasi di lingkungan Pemkab Lebong itu sendiri.
Disclaimer: Sudut Pandang adalah opini redaksi terkait isu atau apa yang tengah berkembang di masyarakat.









Komentar